Minggu, 05 April 2009

surat buat sang kekasih


yang . . .
bersama hembusan angin malam, ku coba merangkaikan sederet kata buatmu, agar dirimu tak sudi lagi mengatakan bahwa aku adalah lelaki yang kurang berani.

ade sayangku . . .
bukannya aku tak berani terhadap setiap wanita, dan bukannya aku adalah lelaki yang sangat dingin terhadap wanita, namun karena aku belum mempunyai keberaniaan tuk mengucapkan semuanya itu. sebab diantara kita masih ada semak yang begitu tebal yang menutupi perasaanku.

yang . . .
kamu berasal dari keluarga orang berada, namun aku hanyalah seorang insan yanmg dapat aku temui di setiap penjuru dan juga perbedaan agama. jadi terlalu sulit bila dirikukeklewatan mencintaimu. engaku pasti tahu disaaat menatap dirimu ada getaran-getaran yang disanubariku yang tak bisa kutahan untuk kesekian lamanya lagi. akupun di hatimu juga mempunyai perasaan demikian. namun bagaimana ya . . . , sulit memnag menhadapi semuanya ini.

yang . . .
sebenarnya suda lama sekali ku luapkan isi hatiku ini buatmu, namun . . . mengapa diriku tak sanggup menggapai rentetan kata yang keluar dari sanubariku tuk diucapkan buatmu? akahirnya di akhir suratku ini, ijionkan aku tuk mengatakan sebuat kata yang selama ini tersimpan terus dalam lubuk hati dan ingatanku bahwa: "AKU CINTA KAMU"


dari
orang yang mencintaimu


argon amalo

Minggu, 08 Maret 2009

Aku jatuh...

Adalah cinta
ketika semua rasa
diterjemah
tanpa paksa

adalah cinta
saat gugusan waktu
hadir atasmu
penuh warna

adalah cinta
untuk senyum yang hambur berkali-kali
hingga gemetar isi hati

adalah cinta
saat ruang
tak lagi penting
didefinisi

adalah cinta
yang membuatku
begitu dipahami

Kepada seorang ayah yang berbahagia

kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
Aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu

Sabtu, 07 Maret 2009

mutiaraku

Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya.
Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.





download my pictures in here