yang . . .
bersama hembusan angin malam, ku coba merangkaikan sederet kata buatmu, agar dirimu tak sudi lagi mengatakan bahwa aku adalah lelaki yang kurang berani.
ade sayangku . . .
bukannya aku tak berani terhadap setiap wanita, dan bukannya aku adalah lelaki yang sangat dingin terhadap wanita, namun karena aku belum mempunyai keberaniaan tuk mengucapkan semuanya itu. sebab diantara kita masih ada semak yang begitu tebal yang menutupi perasaanku.
yang . . .
kamu berasal dari keluarga orang berada, namun aku hanyalah seorang insan yanmg dapat aku temui di setiap penjuru dan juga perbedaan agama. jadi terlalu sulit bila dirikukeklewatan mencintaimu. engaku pasti tahu disaaat menatap dirimu ada getaran-getaran yang disanubariku yang tak bisa kutahan untuk kesekian lamanya lagi. akupun di hatimu juga mempunyai perasaan demikian. namun bagaimana ya . . . , sulit memnag menhadapi semuanya ini.
yang . . .
sebenarnya suda lama sekali ku luapkan isi hatiku ini buatmu, namun . . . mengapa diriku tak sanggup menggapai rentetan kata yang keluar dari sanubariku tuk diucapkan buatmu? akahirnya di akhir suratku ini, ijionkan aku tuk mengatakan sebuat kata yang selama ini tersimpan terus dalam lubuk hati dan ingatanku bahwa: "AKU CINTA KAMU"
dari
orang yang mencintaimu
argon amalo



Tidak ada komentar:
Posting Komentar